Pasang iklan Anda di sini!

Distanak Kukar: Daerah Hulu masih Punya Pontensi Besar Disektor Pertanian

redaksi

-

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Distanak Kukar, Muhammad Rifani (Istimewa)

SATUKABARBERITA.COM – Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Muhammad Rifani menyebutkan daerah hulu yakni Kecamatan Kembang Janggut, Tabang, Kenohan, Kota Bangun dan Muara Wis masih mempunyai potensi yang sangat besar disektor pertanian.

Muhammad Rifani menjelaskan bahwa secara gambaran daerah hulu mempunyai wilayah yang luas. Akan tetapi lahan pertanian yang difungsionalkan hanya sedikit.

“Fenomenanya adalah ketika hasil identifikasi awal, lahan pertaniannya sedikit. Tapi tata ruang, potensi lahannya sangat besar. Makanya hasil pengukuran sementara memang lahan pertaniannya cenderung sedikit dibeberapa Kecamatan itu,” kata Muhammad Rifani belum lama ini.

Baca juga  Rinaldi Kafka: POBSI Kukar Harus Berkeadilan, Jangan Abaikan Peran Rumah Biliar

Maka dari itu, Distanak Kukar, Sambung dia, akan terus melakukan indetifikasi serta melaksanakan verifikasi dalam menentukan wilayah kawasan hutan dan Area Penggunaan Lain (APL) lahan yang bukan kawasan hutan.

“Kami juga harus verifikasi yang mana masuk izin-izin, jadi hal-hal lain seperti ini yang harus kita lihat, tapi secara potensi itu masih cukup besar,” ujar dia.

Baca juga  Distanak Kukar Bakal Lakukan Pemetaan di Wilayah Hulu

Muhammad Rifani mengatakan Distanak akan terus berupaya menggali potensi ini agar pengembangan pertanian tidak hanya terfokus di wilayah tengah, namun juga mencakup wilayah hulu.

Serta pihaknya juga akan mengubah mindset masyarakat bahwa pertanian itu dapat meningatkan roda perekonomian.

“Benang merahnya sudah dapat sebenarnya sumber daya manusia dan mindset. Mindsetnya apa? Selama ini mindsetnya itu bahwa bertani itu tidak menguntungkan hal ini yang mesti kita benahi,” ungkap Muhammad Rifani.

Muhammad Rifani menambahkan bahwa ada beberapa fakta yang pihaknya dapatkan beberapa petani yang menggarapan lahannya itu dibawah rata-rata 1 hektare. Hal seperti itu dalam skala usaha, memang tidak terlalu menguntungkan, oleh karenanya pihaknya akan mendorong isu ini menjadi isu prioritas.

Baca juga  Pemprov Kaltim Luncurkan Program Gratispol, Warga Bisa Berobat Cukup Tunjukkan KTP

Sehingga pertanian dapat memberikan output yang nyata, tidak hanya bersifat parsial semata.

“Akan kita tapis menjadi isu-isu strategis ini yang akan menjadi rencana kerja kita supaya target dan capainya bisa kita laksanakan dengan baik,” pungkas dia (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer