Pasang iklan Anda di sini!

Sungai Berlian Group Terpaksa Lakukan PHK Massal Akibat Lesunya Pasar Batu Bara

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – Sungai Berlian Group dan perusahaan afiliasinya, yang bergerak di sektor pertambangan batu bara di Kalimantan Timur (Kaltim) terpaksa melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap sejumlah karyawannya. Selain itu, perusahaan juga melakukan pemotongan gaji bagi karyawan yang masih bertahan.

Keputusan ini diambil akibat lesunya pasar batu bara, turunnya harga komoditas tersebut, serta kebijakan pemerintah yang meningkatkan beban operasional perusahaan.

Menurut sumber internal perusahaan, PHK ini diperkirakan berdampak pada sekitar 40% dari total karyawan Sungai Berlian Group, dan jumlahnya bisa bertambah jika kondisi tidak membaik.

Baca juga  APBD Kukar 2026 Disahkan Rp 7,16 Triliun, Lebih Rendah dari Usulan Awal

“Kami sangat menyayangkan keputusan ini, namun kami tidak memiliki pilihan lain karena kondisi pasar yang sangat sulit,” ujar sumber tersebut.

Pasar batu bara mengalami penurunan sejak tahun 2024, seiring dengan melemahnya harga batu bara di pasar internasional. Kondisi ini berdampak signifikan pada pendapatan perusahaan, sehingga sulit bagi mereka untuk mempertahankan operasionalnya seperti sebelumnya.

Baca juga  Aulia Rahman Siap Evaluasi Perusda Kukar: Tak Boleh Jadi “Sapi Perah”

Selain tantangan pasar, kebijakan pemerintah yang menaikkan royalti dan biaya izin juga memperparah kondisi keuangan perusahaan.

“Kami sudah berusaha mengoptimalkan operasional, tetapi kebijakan pemerintah yang tidak mendukung membuat kami semakin sulit untuk bertahan,” tambah sumber itu.

Regulasi baru terkait ekspor, terutama aturan Devisa Hasil Ekspor (DHE) dan penentuan harga acuan batu bara, semakin memperumit kondisi bisnis di sektor ini.

Banyak perusahaan dan klien luar negeri yang meninjau ulang bahkan membatalkan kontrak, menunggu stabilitas bisnis batu bara di Indonesia kembali normal.

Baca juga  Distanak Kukar Bakal Lakukan Pemetaan di Wilayah Hulu

Sungai Berlian Group sendiri telah beroperasi di Kalimantan Timur selama lebih dari lima tahun dan dikenal sebagai salah satu perusahaan tambang batu bara yang banyak mempekerjakan masyarakat lokal. Keputusan PHK ini diharapkan dapat membantu perusahaan bertahan di tengah tekanan pasar dan regulasi yang semakin ketat, serta menghindari kerugian yang lebih besar. (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer