SATUKABARBERITA.COM – Kandidat Ketua Umum Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rinaldi Kafka, menyoroti pentingnya posisi pemilik rumah biliar dalam pembangunan dan pembinaan olahraga biliar di daerah.
Ia menilai rumah biliar memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebatas entitas bisnis. Keberadaan rumah biliar selama ini menjadi ruang latihan atlet, lokasi kompetisi, sekaligus penopang ekosistem olahraga biliar di Kukar.
“Banyak atlet tumbuh dan berprestasi dari rumah biliar. Kontribusi ini harus diakui dan dihargai dalam setiap kebijakan organisasi,” kata Rinaldi, Sabtu (17/1/2025).
Rinaldi menyebut polemik yang mencuat jelang MUSCAB POBSI Kukar 2026 sebagai cerminan lemahnya komunikasi dan minimnya ruang partisipasi bagi para pemangku kepentingan.
Ia menegaskan, organisasi olahraga tidak boleh berjalan dengan pendekatan sepihak.
“POBSI seharusnya menjadi wadah pemersatu, bukan sumber kekecewaan. Ketika muncul keberatan, jalan keluarnya adalah dialog terbuka dan musyawarah,” ujarnya.
Menurutnya, penegakan aturan dan administrasi memang penting, namun harus dijalankan secara adil dan kontekstual.
Regulasi, kata Rinaldi, tidak boleh diterapkan tanpa mempertimbangkan realitas lapangan serta kontribusi pihak-pihak yang selama ini menopang pembinaan atlet.
“Pendekatan pembinaan harus lebih humanis. POBSI bertugas membangun prestasi, bukan sekadar mengedepankan sanksi atau penertiban,” tegasnya.
Rinaldi juga mengapresiasi langkah penundaan MUSCAB yang dinilainya sebagai upaya menenangkan situasi sekaligus membuka ruang evaluasi.
Ia berharap momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperbaiki mekanisme organisasi agar lebih inklusif.
“POBSI Kukar harus menjadi rumah bersama, tempat semua unsur merasa dihargai—atlet, pengurus, wasit, hingga pemilik rumah biliar. Dari situ prestasi akan lahir,” katanya.
Jika mendapat amanah memimpin POBSI Kukar, Rinaldi berkomitmen membangun tata kelola organisasi yang transparan, partisipatif, dan fokus pada pembinaan atlet secara berkelanjutan demi prestasi jangka panjang. (*)








