SATUKABARBERITA.COM – Baru saja resmi menjabat sebagai anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari hasil Pengganti Antar Waktu (PAW), Akbar Haka Saputra langsung menegaskan prioritas utamanya: membesarkan Daerah Pemilihan I, khususnya Kecamatan Tenggarong.
Menurut Akbar, Tenggarong bukan sekadar ibu kota kabupaten, tetapi juga wajah utama Kukar yang memiliki daya tarik kuat di bidang budaya, seni, dan ekonomi kreatif. Hal inilah yang membuat dirinya bertekad memaksimalkan potensi lokal yang selama ini belum sepenuhnya digarap.
“Dari dulu saya percaya, Tenggarong punya energi besar yang tinggal disentuh dan diorganisir. Saya tidak mau duduk di DPRD hanya sebagai simbol. Tugas saya menggerakkan, menghidupkan kembali semangat daerah ini,” ujarnya usai pelantikan, Senin (28/7/2025).
Ia menyebut bahwa sebelum resmi dilantik pun dirinya sudah aktif menyambangi komunitas-komunitas, pelaku seni, serta warga di sejumlah titik untuk menyerap langsung kebutuhan dan harapan masyarakat.
Akbar meyakini bahwa budaya bisa menjadi jembatan penting untuk memperkenalkan Kukar ke tingkat nasional, bahkan global. Namun menurutnya, penguatan sektor ini butuh dukungan serius, tidak cukup hanya seremonial.
“Budaya itu bukan cuma soal tradisi, tapi juga strategi pembangunan. Lewat budaya, kita bisa dorong pariwisata, kreativitas, bahkan ekonomi lokal,” ungkapnya.
Sebagai sosok yang pernah menggagas festival musik Rock in Borneo, Akbar mengingat kembali momen ketika ia memutuskan kembali ke Tenggarong setelah lama di luar daerah. Kala itu, banyak yang meragukan langkahnya untuk membangun sesuatu di kota kecil yang dianggap ‘sepi’.
“Tahun 2007 sampai 2010 saya balik. Banyak yang nanya, buat apa tinggal di kota seperti Tenggarong? Tapi kami buktikan, lewat Rock in Borneo di 2012, mata nasional bahkan dunia bisa kami arahkan ke sini,” kisahnya.
Kini, lewat posisi barunya di legislatif, Akbar ingin memperkuat ekosistem kreatif Dapil I dengan pendekatan kolaboratif. Ia mengajak anak-anak muda, pelaku usaha, dan komunitas untuk bergerak bersama, tidak hanya mengandalkan intervensi pemerintah.
“Kalau kita menunggu terus, kita akan ketinggalan. Tapi kalau kita bergerak bareng, potensi Tenggarong bisa jauh melampaui batas-batasnya,” pungkasnya. (*)








