SATUKABARBERITA.COM – Dari pesisir Muara Jawa hingga pedalaman Kenohan, kehidupan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) menggambarkan wajah daerah yang kaya sumber daya, namun masih dihimpit tantangan infrastruktur, ketimpangan, dan keterbatasan layanan dasar. Realitas inilah yang menjadi landasan visi pembangunan lima tahun ke depan yang dipaparkan Bupati Kukar, dr Aulia Rahman Basri, dalam pidato perdananya di hadapan DPRD Kukar, Senin (30/6/2025).
Dalam forum paripurna yang dihadiri jajaran legislatif, forkopimda, tokoh adat, akademisi, dan pelaku usaha, Aulia mengangkat tema besar “Kukar Idaman Terbaik” sebagai arah baru pembangunan jangka menengah. Visi ini, kata dia, bertumpu pada tiga pilar utama: kemajuan daerah, kesejahteraan rakyat, dan keberlanjutan lingkungan.
“Kita tidak bisa lagi mengandalkan cara-cara lama. Pemerintahan harus dijalankan dengan struktur yang tertib, sistematis, dan penuh tanggung jawab,” tegas Aulia di tengah forum.
Ketergantungan dan Kerentanan
Aulia mengakui bahwa perekonomian Kukar yang ditopang sektor primer—tambang, pertanian, dan perikanan—dengan kontribusi 72,21 persen dari PDRB senilai Rp 204,7 triliun (2024), menyimpan kerentanan struktural. Ketergantungan pada sumber daya alam menjadikan Kukar rentan terhadap fluktuasi harga global, perubahan iklim, dan tekanan eksternal lainnya.
“Di saat kita kaya SDA, masih banyak petani, nelayan, hingga orang tua di desa-desa yang harus berjuang lebih keras untuk memenuhi hak dasar anak-anak mereka. Ini harus menjadi perhatian serius,” ungkapnya.
17 Program Dedikasi
Untuk menjawab berbagai ketimpangan tersebut, Pemkab Kukar merancang 17 program prioritas bertajuk Program Dedikasi, yang akan dituangkan dalam RPJMD 2025–2029 dan disahkan paling lambat 23 Desember 2025.
Beberapa program kunci antara lain:
Gizi Gratis untuk Balita & Lansia dari keluarga prasejahtera, sebagai upaya menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas hidup kelompok rentan.
Subsidi Perlengkapan Sekolah & Transportasi Pendidikan, serta pembangunan sekolah berasrama di kantong kemiskinan.
Beasiswa pendidikan tinggi bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Layanan kesehatan cukup dengan KTP, serta integrasi bantuan pangan dan rumah layak huni bagi warga miskin ekstrem, jompo, disabilitas, dan kelompok terlantar.
Kredit Kukar Idaman Terbaik hingga Rp 500 juta bagi UMKM dan Rp 1 miliar bagi koperasi dan BUMDes, demi memperkuat ekonomi kerakyatan.
Pengembangan desa cerdas, termasuk internet gratis, penyediaan air bersih, energi terbarukan, dan penataan permukiman berbasis tata ruang hijau.
Penguatan Budaya dan Ekonomi Kreatif
Aulia juga menegaskan pentingnya menjaga identitas daerah. Setiap kecamatan akan memiliki pusat seni dan budaya, dan Pulau Kumala akan direvitalisasi sebagai ikon wisata budaya modern. Komunitas kreatif lokal akan mendapat stimulus hingga Rp 100 juta, serta peluang tampil di berbagai event kreatif tahunan.
Reformasi Birokrasi dan Layanan Publik
Di bidang pemerintahan, Pemkab Kukar akan melanjutkan reformasi birokrasi berbasis merit, menetapkan tunjangan kinerja berdasarkan beban kerja riil, serta memberikan beasiswa tugas belajar hingga jenjang S3 bagi ASN potensial.
Layanan publik pun akan ditransformasi lewat pembangunan Mini Mall Pelayanan Publik di setiap kecamatan, sebagai wujud komitmen terhadap smart governance.
Sinergi Eksekutif dan Legislatif
Dalam penutup pidatonya, Aulia menekankan pentingnya sinergi antara eksekutif dan legislatif sebagai fondasi utama suksesnya perencanaan dan implementasi pembangunan.
“RPJMD ini bukan sekadar dokumen, tapi cermin arah pembangunan yang harus disusun secara teknokratik, akuntabel, dan menyentuh kebutuhan nyata warga. Mari kita pastikan bahwa Kukar benar-benar menjadi rumah terbaik bagi seluruh warganya,” tutupnya. (*)








