Pasang iklan Anda di sini!

Pemkab Kukar Tinjau Langsung Lokasi Banjir di Tenggarong, Sekda Sunggono: Butuh Kolaborasi untuk Atasi Dampak

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bergerak cepat menanggapi banjir yang melanda sejumlah kawasan di Tenggarong, Rabu (28/5/2025). Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono, turun langsung meninjau titik-titik genangan bersama tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) guna memetakan dampak dan mencari penyebab utama banjir.

Dalam keterangannya, Sunggono menyebut banjir kali ini dipicu oleh curah hujan ekstrem yang mengguyur sejak pukul 04.00 WITA. Kondisi diperparah oleh pasangnya air Sungai Mahakam yang menyebabkan gorong-gorong tidak mampu menampung debit air, hingga air meluap dan memasuki kawasan permukiman.

Baca juga  PSU Ulang di TPS 003 Bukit Raya Kukar Berjalan Lancar, Partisipasi Capai 60 Persen

“Saya menyaksikan sendiri derasnya hujan saat berada di masjid. Debit air sangat besar, begitu pun volume di Sungai Mahakam juga meluas,” ungkap Sunggono kepada wartawan.

Sejumlah titik yang terdampak cukup serius antara lain Jalan Naga, yang menurut warga belum pernah mengalami banjir separah itu dalam dua dekade terakhir. Kawasan lainnya seperti Jalan Belida, Gang Famili, Jalan Patin, Jalan Mangkurawang, dan Maluhu juga dilaporkan mengalami genangan air, bahkan di beberapa lokasi disertai longsor kecil.

Baca juga  Reza Fachlevi: Jangan Lagi Saling Menyalahkan, Banjir Butuh Aksi Kolektif

Sunggono menyatakan bahwa langkah jangka pendek yang dilakukan adalah pemetaan dan pemantauan rutin, serta memastikan saluran air berfungsi optimal. Ia juga mengimbau warga untuk tetap siaga dan waspada menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.

“Kita butuh kolaborasi agar dampak bisa diminimalisir, terutama di wilayah langganan banjir. Tentunya imbauan tetap sama: harus berjaga dan siaga,” tutupnya.

Baca juga  Siap Jadi Penyangga Pangan IKN, Distanak Kukar: Mesti ada Terobosan baru

Pemkab Kukar berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di kawasan rawan banjir dan meningkatkan koordinasi lintas instansi, termasuk BPBD dan Dinas Sosial, guna memastikan penanganan cepat bila kondisi serupa kembali terjadi. (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer