SATUKABARBERITA.COM – Calon Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dari pasangan nomor urut 01, Aulia Rahman Basri, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersikap dewasa dalam menyikapi hasil Pemilu yang telah berlangsung. Menanggapi isu adanya gugatan hasil pemilu, Aulia memilih untuk merespons dengan tenang dan tetap optimistis terhadap kedewasaan politik masyarakat Kukar.
“Proses kampanye dan pemilu adalah bagian dari perjalanan demokrasi yang harus kita jalani bersama, suka tidak suka, mau tidak mau. Ini adalah bagian dari ikhtiar membangun daerah secara kolektif,” ujarnya saat ditemui usai menghadiri pertemuan dengan relawan.
Aulia menegaskan bahwa selama masa kampanye hingga hari pemungutan suara, suasana Kukar relatif aman dan damai. Ia pun menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat yang telah menunjukkan kedewasaan berdemokrasi.
“Kondisi Kukar selama pemilu sangat kondusif. Ini menunjukkan bahwa masyarakat kita semakin matang dalam berdemokrasi. Dan saya harap suasana ini tetap terjaga,” katanya.
Menyikapi kabar kemungkinan adanya gugatan, Aulia mengaku belum mengetahui secara pasti arah dan substansi yang akan dipersoalkan. Namun ia menegaskan bahwa ruang hukum merupakan bagian sah dari proses demokrasi.
“Sampai saat ini belum ada kejelasan apa yang akan digugat. Tapi kalaupun ada, itu hal yang sah dalam negara hukum. Yang penting prosesnya berjalan dengan jujur dan terbuka,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya membangun ruang dialog antar-kelompok untuk menghindari polarisasi pasca pemilu. Aulia menilai semua perbedaan masih bisa dicarikan titik temu asalkan ada kemauan bersama untuk duduk dan berbicara.
“Perbedaan bukan sesuatu yang harus ditakuti. Semua gagasan bisa kita diskusikan. Semua pihak harus berani terbuka terhadap kompromi demi kebaikan bersama,” lanjutnya.
Dalam penutupnya, Aulia menyampaikan pesan yang menyejukkan kepada masyarakat Kukar. Ia mengajak semua pihak untuk menyambut hasil pemilu dengan kelegaan hati dan semangat persatuan.
“Apapun hasilnya, mari kita terima dengan tangan terbuka. Kukar ini milik kita bersama. Jangan sampai pemilu justru memecah kita. Ini saatnya kembali bersatu untuk membangun,” pungkasnya (*)








