SATUKABARBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah melalui pengusulan pembangunan sekolah rakyat. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kukar, Yuliandris Suherdiman, menyebutkan bahwa proses pengusulan sudah dilakukan dan kini memasuki tahap survei lokasi.
“Perkembangan sekolah rakyat sampai saat ini, Kutai Kartanegara sudah dalam proses pengusulan. Kami sudah mengajukan proposal beberapa waktu lalu,” ungkap Yuliandris saat ditemui pada Rabu (23/4/2025).
Pihaknya telah mengidentifikasi tiga lokasi potensial untuk pembangunan sekolah rakyat tersebut. Dua di antaranya berada di bekas lahan milik PT MHU yang telah dihibahkan kepada pemerintah daerah melalui Kementerian ESDM, tepatnya di Kelurahan Loa Ipuh Darat. Sementara satu lokasi lainnya berada di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak.
“Kemarin ada arahan dari Bupati untuk meninjau lokasi di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. Ketiga usulan itu sudah kami bawa, dan pada tanggal 21 kemarin juga sudah diklarifikasi melalui Bumdes bersama Pak Sekda Kukar,” jelasnya.
Menurut Yuliandris, usulan tersebut telah dikaji dan diklarifikasi berdasarkan sejumlah persyaratan. Salah satu pertimbangan utama adalah aspek legalitas lahan. Keabsahan status lahan akan sangat menentukan apakah lokasi tersebut layak digunakan untuk pembangunan.
“Tentu saja legalitas lahan menjadi pertimbangan utama. Nantinya survei akan dilakukan oleh Kementerian PU melalui Balai PU yang ada di provinsi,” terangnya.
Ia berharap survei tersebut bisa segera dilakukan agar dapat menjadi bahan pertimbangan untuk penentuan lokasi definitif. Hasil survei akan dianalisis lebih lanjut untuk melihat kemungkinan realisasi pembangunan.
“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa langsung survei ke lapangan. Hasil dari survei itu akan dianalisis, apakah pembangunan sekolah rakyat di Kutai Kartanegara bisa dilakukan tahun ini atau tahun depan,” tutup Yuliandris.








