SATUKABARBERITA.COM – Ratusan warga di Kecamatan Tenggarong mengeluhkan kerusakan pada kendaraan mereka setelah mengisi bahan bakar minyak (BBM) di salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Warga menduga kerusakan tersebut disebabkan oleh BBM oplosan, karena saat dilakukan pemeriksaan di tangki kendaraan, ditemukan minyak yang telah bercampur dengan lumpur.
Salah satu korban, Wahyu, mengaku motornya baru dibeli empat bulan lalu dari dealer dan selalu rutin diservis.
“Motor saya masih baru, jadi seharusnya tidak ada kerusakan. Saya juga selalu melakukan servis bulanan di dealer,” ujarnya, Selasa (1/4/2025).
Wahyu mengatakan, ia mengisi bensin di SPBU Jalan Pesut Tenggarong sekitar pukul 10.00 WITA sebelum berangkat mudik ke Samarinda. Namun, saat melintasi jalan menanjak, motornya kehilangan tenaga.
“Motor saya tidak sampai mati total, tapi saat tanjakan terasa brebet. Saat kembali ke Tenggarong pukul 03.00 WITA, kondisinya semakin parah, seperti kemasukan air,” jelasnya.
Ia berharap pihak kepolisian segera menyelidiki SPBU yang diduga menjual BBM oplosan karena banyak korban yang merasa dirugikan, termasuk warga dari luar daerah.
Sementara itu, mekanik Bengkel Motor Rama Etam, Ipan, mengungkapkan bahwa saat dilakukan pengecekan, bensin yang ada di tangki kendaraan memiliki bau thinner yang menyengat serta terasa lengket.
“Penyebab utama kerusakan ini adalah bensin oplosan. Saat saya periksa, bensinnya terasa lengket dan ada endapan seperti lumpur,” jelasnya.
Bengkel tersebut telah menerima kendaraan dengan keluhan serupa sejak 29 Maret hingga 1 April 2025.
“Sudah ratusan motor masuk ke bengkel kami. Dalam sehari, bisa mencapai 50 motor yang mengalami masalah akibat BBM oplosan,” pungkasnya (*)








