SATUKABARBERITA.COM – Kongres VII Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) resmi dibuka di Hotel Marbella Place, Anyer, Banten, Jumat (10/7/2026).
Kongres yang berlangsung hingga 12 Juli 2026 itu menjadi forum tertinggi organisasi untuk memilih Ketua Umum BM PAN periode 2026–2031 sekaligus merumuskan arah gerak organisasi lima tahun ke depan.
Pembukaan kongres dihadiri Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, Sekretaris Jenderal DPP PAN Eko Hendro Purnomo, Ketua Dewan Kehormatan DPP BM PAN Yandri Susanto, Ketua Dewan Pakar DPP BM PAN Ahmad Rizki Sadig, Ketua Majelis Pertimbangan Barisan Ahmad Yohan, anggota Fraksi PAN DPR RI, serta pengurus DPW dan DPD BM PAN dari seluruh Indonesia.
Umum BM PAN, Sigit Purnomo Said (Pasha) menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh kader yang telah mendampingi kepengurusannya selama lima tahun terakhir.
Pasha mengaku perjalanan memimpin BM PAN bukanlah hal yang mudah. Namun, ia bersyukur organisasi tetap solid hingga mampu menggelar Kongres VII sebagai forum estafet kepemimpinan.
“Saya tahu kehadiran ini penuh perjuangan. Hari ini tugas saya sudah selesai menahkodai BM PAN. Terima kasih kepada seluruh kader dan kepada Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atas kepercayaan yang telah diberikan,” ujar Pasha, sebagaimana yang dikutip pada, Sabtu (11/7/2026).
Ia berharap kepemimpinan baru mampu menjaga semangat perjuangan kader muda PAN sekaligus membawa organisasi semakin berkontribusi terhadap target PAN menjadi tiga besar pada Pemilu 2029.
Menurutnya, BM PAN memiliki sumber daya kader muda yang siap ditugaskan di berbagai lini perjuangan politik.
“Semua yang ada di ruangan ini adalah anak-anak muda yang siap bertarung. Tinggal menunggu perintah partai, insyaallah kader BM PAN siap menjalankan amanah,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pasha juga mengenang awal keterlibatannya di dunia politik. Ia mengungkapkan pertemuannya dengan Zulkifli Hasan sekitar 12 tahun lalu mengubah arah perjalanan hidupnya, dari seorang musisi menjadi kepala daerah dan kemudian dipercaya memimpin BM PAN.
Menurutnya, pengalaman terjun langsung melayani masyarakat membuat dirinya memahami bahwa politik merupakan sarana pengabdian.
“Saya baru memahami bahwa membantu masyarakat dan hadir menyelesaikan persoalan mereka jauh lebih bermakna dibanding sekadar menghibur melalui konser,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya memperkuat organisasi sayap partai sebagai ujung tombak kaderisasi.
Ia bahkan menargetkan pembentukan sekitar 3.000 BM PAN di seluruh Indonesia untuk memperkuat kerja politik partai menjelang Pemilu 2029.
“Nanti saya yang akan bertanggung jawab,” pungkas Zulhas. (*)








