Pasang iklan Anda di sini!

IPNU–IPPNU Kukar Dorong Pelajar Kritis Lewat Diskusi Publik Krisis Ekologi

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar Diskusi Publik dengan mengusung tema Sumatera Sudah, Kukar Kapan? Refleksi Krisis Ekologi dalam Perspektif Kebijakan Daerah

Kegiatan itu berlangsung di Kedai Baca (Daica) Taman Pintar, Tenggarong, Sabtu (20/12/2025) malam.

Diskusi ini menghadirkan unsur legislatif, akademisi, serta perwakilan pemerintah daerah sebagai narasumber, dan menjadi ruang dialog terbuka untuk membahas persoalan krisis ekologi yang kian nyata di Kukar, khususnya dalam kaitannya dengan arah kebijakan pembangunan daerah dan dampaknya terhadap lingkungan hidup.

Ketua IPNU Kukar, Fikri Zakaria, menegaskan bahwa diskusi publik ini merupakan langkah awal dalam membangun kesadaran kritis pelajar terhadap isu kebijakan publik.

“Kegiatan ini merupakan salah satu tonggak awal menuju Pelajar Kritis, karena seharusnya kegiatan seperti diskusi kebijakan dan refleksi krisis ekologi ini pada umumnya dilaksanakan oleh mahasiswa. Namun hari ini, pelajar juga harus mulai berani mengambil peran,” ujarnya.

Baca juga  Berhasil Kendalikan Inflasi, Disketapang Kukar: Gerakan Pangan Murah Salah Satu Langkah Sukses Kami

Menurutnya, pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton atas persoalan lingkungan di daerahnya, melainkan harus mampu membaca realitas, menyampaikan gagasan, serta mengawal kebijakan yang berdampak langsung pada masa depan generasi muda.

Sebagai tindak lanjut dari diskusi publik tersebut, IPNU–IPPNU Kukar turut menyampaikan sejumlah poin rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan terkait, di antaranya: memperkuat pengawasan terhadap aktivitas yang berdampak pada hutan, sungai, dan kawasan rawan bencana menjaga dan memulihkan kawasan hutan serta menertibkan aktivitas yang terbukti merusak fungsi ekologis mendorong keterbukaan dan kemudahan akses informasi lingkungan hidup kepada masyarakat serta melibatkan masyarakat, pelajar, dan mahasiswa dalam pengawasan dan edukasi lingkungan.

Baca juga  Sekolah Rakyat Siap Hadir di Kukar, Harapan Baru untuk Anak Putus Sekolah

Selain itu, IPNU–IPPNU Kukar juga merekomendasikan pembukaan ruang partisipasi publik yang bermakna dalam pengambilan kebijakan, mengutamakan langkah pencegahan dibandingkan penanganan pasca bencana, mendorong alokasi anggaran daerah yang memadai untuk perlindungan dan pemulihan lingkungan, serta menempatkan keselamatan dan asas kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan daerah.

Apresiasi juga disampaikan oleh Dr. Aini, S.Sos., M.Sos., yang menilai kegiatan ini sebagai langkah positif dalam mendorong keterlibatan pelajar terhadap isu lingkungan hidup.

“Para pelajar mampu memberikan kontribusi nyata serta membangun sinergitas dengan pemerintah daerah dalam merespons persoalan lingkungan,” tuturnya.

Baca juga  Ananda Emira Dorong Pemprov Kaltim Segera Penuhi Target Swasembada Pangan

Sementara itu, Ketua PW IPNU Kalimantan Timur, M. Alfi Ramadhana, juga turut memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan PC IPNU–IPPNU Kukar.

“Saya sangat mengapresiasi setinggi-tingginya kepada rekan PC IPNU–IPPNU Kutai Kartanegara. Semoga ke depannya kegiatan ini bisa menjadi barometer pelajar kritis, tidak hanya di Kutai Kartanegara tetapi juga di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Diskusi publik ini ditutup dengan penyerahan dokumen rekomendasi kepada perwakilan pemangku kebijakan sebagai bentuk komitmen IPNU–IPPNU Kutai Kartanegara dalam mengawal isu krisis ekologi secara berkelanjutan, kritis, dan konstruktif.

Melalui kegiatan ini, IPNU–IPPNU Kukar menegaskan peran strategis pelajar sebagai agen perubahan yang tidak hanya fokus pada pengkaderan, tetapi juga aktif dalam menyuarakan kepentingan lingkungan dan masa depan daerah. (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer