Pasang iklan Anda di sini!

DPRD Kukar Tekankan Empati dan Tindakan Nyata Bantu Warga Hadapi Krisis

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – Kepedulian terhadap kondisi masyarakat terus menjadi prioritas utama bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kutai Kartanegara (Kukar). Dalam menghadapi situasi krisis yang menyentuh nilai-nilai kemanusiaan, DPRD Kukar tidak hanya hadir secara simbolik, melainkan juga dengan langkah konkret di lapangan.

Anggota Komisi III DPRD Kukar, Johansyah, menegaskan bahwa peran wakil rakyat tidak cukup hanya di balik meja sidang. Ia menyebutkan bahwa keberadaan mereka harus menyatu dengan masyarakat, memahami persoalan yang dihadapi, dan hadir sebagai bagian dari solusi.

Baca juga  Ananda Emira Dorong Pemprov Kaltim Segera Penuhi Target Swasembada Pangan

“Segala kerja yang kita lakukan ini semata-mata karena Allah, untuk kepentingan masyarakat. Itu bentuk tanggung jawab moral kita,” ujar Johansyah, Senin (9/6/2025).

Menurutnya, kerja-kerja pengabdian semestinya dilandasi dengan keikhlasan. Terlebih, saat masyarakat menghadapi situasi sulit, kehadiran wakil rakyat harus menjadi harapan, bukan beban.

“Kita tetap berjalan sesuai prosedur, tetapi jangan pernah lupakan niat baik kita. Selama itu untuk kebaikan, maka teruskan,” tegasnya.

Baca juga  Jelang PSU 19 April, KPU Kukar Gelar Debat Terbuka Paslon Bupati-Wakil Bupati

Johansyah menyebutkan, DPRD Kukar secara aktif melakukan pendekatan langsung ke lapangan. Mendengar keluhan, melihat persoalan dari dekat, dan merumuskan langkah bersama dengan warga menjadi cara mereka memastikan bahwa suara masyarakat tidak hanya didengar, tetapi juga ditindaklanjuti.

“Yang penting itu masyarakat merasa tidak sendiri. Ada harapan yang kita bawa, ada usaha nyata yang kita lakukan agar mereka bisa kembali bangkit,” lanjutnya.

Baca juga  Akbar Haka Siap Jalankan Amanah, Prioritaskan Turun Langsung ke Warga

Ia menilai, rasa empati dan solidaritas harus menjadi bagian yang melekat dalam setiap langkah politik dan kebijakan publik. Bagi DPRD Kukar, jabatan hanyalah sarana untuk mengabdi dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.

“Kita ingin masyarakat bisa tersenyum lagi, bisa merasa diperhatikan. Karena di balik setiap kebijakan yang kita perjuangkan, ada hati yang kita jaga,” tutup Johansyah. (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer