SATUKABARBERITA.COM – Sebanyak 299 nelayan kerang dara dari Enam Desa di Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mengalami kerugian yang sangat besar akibat limbah pengeboran minyak dari PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS).
Ketum HMI Cabang Kukar, Zulhansyah menyampaikan rasa kecewa dengan pengelolaan limbah yang tidak maksimal oleh PT PHSS, sehingga dampaknya begitu buruk bagi para nelayan.
Zulhan mengatakan Kerang dara merupakan mata pencarian para nelayan di Kecamatan Muara Badak yang mampu menghasilkan 10 ton setiap harinya dengan estimasi 3.871 ton pertahunnya.
Namun, kali ini para nelayan, sebutnya harus mengalami kegagalan panen disebabkan adanya pencemaran lingkungan yaitu limbah dari aktivitas Pengeboran RIG GWDC di wilayah kerja PT PHSS, Sehingga hal itu membuat kerang dara menjadi mati massal.
“Sudah berapa lama mereka mengeluh rugi, kesedihan pun sampai mereka suarakan, kapan PT PHSS membijaki ini ?” tanya Zulhan, pada kamis (13/2/2025).
Menurut Zulhan bencana ekologis mesti segera dibijaki dengan penuh tanggung jawab oleh pihak PHSS, pasalnya bukan hanya pendapatan yang terhambat. Akan tetapi dampak dominonya kepada masa depan keluarga para nelayan.
“Jika pendapatan mereka terhambat, apa kabar masa depan keluarga mereka ? apakah mau di biarkan sengsara begitu saja ?,” herannya.
Maka dari itu, Zulhan menegaskan jika tidak ada solusi yang konkret oleh pihak PT PHSS kepada nelayan, maka HMI Cabang Kukar akan memperjuangkan melalui aksi solidaritas demi keadilan para nelayan di Muara Badak.
“Kami akan berkomunikasi dengan semua elemen, untuk solid memperjuangkan hak hak para nelayan terdampak” pungkas Zulhan (*)








