Pasang iklan Anda di sini!

Pencemaran Lingkungan dari PT PHSS belum ada Solusi Konkret, PMII Kukar Bakal Gelar Aksi

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – PT Pertamina Hulu Sanga Sanga (PHSS) merupakan
sebuah perusahaan yang beroperasi di wilayah Kecamatan Muara Badak Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi penyebab utama pencemaran lingkungan yang berdampak serius pada ekosistem perairan di daerah tersebut.

Pencemaran ini tidak hanya merusak lingkungan, tetapi juga membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat setempat, terutama para nelayan kerang dara.

Sebanyak 299 nelayan kerang dara yang terdiri dari Enam Desa di Kecamatan Muara Badak mengalami kerugian yang sangat besar, diduga menelan miliaran rupiah dan dampaknya masyarakat setempat kehilangan mata pencarian.

Baca juga  Merak Mulai Padat, Antrean Kendaraan Mengular Hingga Cikuasa Atas

Menyikapi hal tersebut Ketum PMII Kukar, Syaiful Salim, mengungkapkan bahwa kejadian ini merupakan bencana ekologis akibat lalainya PT PHSS terkait tanggung jawab dalam penanganan limbahnya, sehingga kerugian dirasakan oleh masyarakat setempat, serta belum mendapatkan langkah kongkret dari pihak PHSS tersebut.

“Sampai hari ini pihak dari PT PHSS belum memberikan kepastian terkait konpensasi terhadap nelayan yang dirugikan dengan adanya kondisi seperti ini,” kata Syaiful Salim Kamis (13/2/2025).

Baca juga  Bupati Kukar Salat Iduladha di Masjid Agung, Ajak Warga Maknai Kurban sebagai Bentuk Kepedulian Sosial

Syaiful mengatakan Masyarakat setempat telah melakukan aksi protes selama lebih dari sepekan untuk menuntut tanggung jawab dari PT PHSS.

Aksi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat setempat dalam upaya mendapatkan kompensasi dari PT PHSS terhadap kerugian yang dialami.

Namun, sampai saat ini, sambung dia, aksi protes yang dilakukan masyarakat belum membuahkan hasil yang memuaskan pihak PT PHSS belum memberikan tanggapan yang memadai terkait tuntutan masyarakat.

Baca juga  Drainase Minim, BPBD Kukar Soroti Kendala Teknis Penanganan Banjir di Tenggarong

“Melihat situasi ini PMII Kutai Kartanegara menyatakan sikap akan menggelar aksi terkait lalainya dalam pertanggung jawab pihak PT PHSS kepada masyarakat terdampak,” pungkas Syaiful (*)

Diketahui bahwa para nelayan kerang dara mampu menghasilkan 10 ton setiap harinya dengan estimasi 3.871 ton pertahunnya.

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer