Pasang iklan Anda di sini!

Kukar Siapkan Sekolah Rakyat, Target Tampung 1.000 Siswa dari Keluarga Miskin

redaksi

-

SATUKABARBERITA.COM – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, tengah mempersiapkan pembangunan Sekolah Rakyat yang dirancang untuk memberikan layanan pendidikan menyeluruh bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Rencana ini ditargetkan mampu menampung hingga 1.000 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono, menyampaikan bahwa Sekolah Rakyat dirancang menjadi tempat tinggal sekaligus pusat pembinaan dan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga penerima manfaat. “Mereka yang selama ini kesulitan mendapatkan akses pendidikan akan dibina secara intensif agar bisa lepas dari belenggu kemiskinan,” ujarny Sunggono

Baca juga  Ahmad Yani Usulkan Dana Abadi untuk Atasi Banjir dan Bencana di Kukar

Usulan pembangunan Sekolah Rakyat ini sebelumnya telah disampaikan oleh Dinas Sosial Kukar dan saat ini telah melalui proses verifikasi oleh tim lintas kementerian. Proses ini menjadi tahap krusial sebelum pembangunan fisik dilakukan.

Menurut Sunggono, verifikasi tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari perizinan, kesiapan lahan, kebutuhan guru, proses rekrutmen siswa, hingga dukungan sarana dan prasarana dari daerah. “Kementerian Sosial juga menyatakan siap memberikan informasi dan pendampingan lanjutan terkait tahapan berikutnya,” jelasnya.

Tim verifikator yang terlibat berasal dari berbagai kementerian dan lembaga terkait, seperti Kemensos, Kemendagri, Kementerian PUPR, Kementerian Pendidikan, ATR/BPN, dan Kemenag. Koordinasi lintas sektor ini diperlukan agar pembangunan Sekolah Rakyat berjalan sesuai standar dan tepat sasaran.

Baca juga  Belajar Dana Abadi Daerah, Bupati Kukar Kunjungi Kabupaten Bojonegoro

Pemkab Kukar mengusulkan tiga lokasi sebagai calon titik pembangunan, yakni dua titik di Desa Jonggon, Kecamatan Loa Kulu, serta satu titik di Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak. Dari ketiga lokasi tersebut, Jonggon dinilai paling siap karena memiliki lahan lebih dari 5 hektare dan akses yang lebih mudah dijangkau.

Sekolah Rakyat nantinya akan menggunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam proses seleksi siswa. Sistem ini diyakini dapat menjamin transparansi dan keakuratan data, sehingga penerima manfaat benar-benar berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Baca juga  Rudianto Amirta Siap Ikut Bursa Calon Rektor Unmul 2026–2030

Sunggono menambahkan, program ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pemerataan pendidikan sekaligus pemberdayaan sosial. “Kami ingin mendorong generasi dari keluarga prasejahtera untuk memiliki masa depan yang lebih baik. Ini bagian dari kontribusi daerah dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” pungkasnya (*)

Bagikan:

Baca Juga

Ads - Before Footer