SATUKABARBERITA.COM – Dukungan terhadap Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) dr Edi Damansyah Aulia terus mengalir dari berbagai pihak, termasuk dari Ikatan Alumni (IKA) Universitas Hasanuddin (Unhas). Dalam sebuah forum silaturahmi alumni yang digelar di Balikpapan, sosok Aulia mendapat sorotan sebagai tokoh muda daerah yang dinilai berhasil meniti karier dari bawah hingga menjadi kepala daerah.
Kebanggaan itu diungkapkan Zainal, salah satu alumni Unhas, yang menyebutkan bahwa Aulia menjadi simbol keberhasilan alumni dalam mengabdi untuk daerah. “Kami sangat bangga, akhirnya ada juga Bupati Kutai yang lahir dari Unhas, baik S1 maupun S2,” ujar Zainal.
Ketua IKA Unhas Balikpapan, Wahyullah Bandung, menambahkan bahwa perjalanan karier Aulia menjadi inspirasi banyak alumni. Ia menyebut, Aulia telah melewati banyak peran penting di sektor kesehatan sebelum dipercaya memimpin Kukar. “Banyak cerita tentang dr Aulia, dari kepala Puskesmas, kepala rumah sakit, hingga kini memimpin daerah,” katanya.
Tak hanya sekadar memberikan dukungan, para alumni juga menyampaikan gagasan dan harapan terkait pembangunan Kukar ke depan. Salah satunya datang dari Fahruddin, alumni 1979 yang juga dikenal sebagai ahli tata kota. Ia menilai Kukar memiliki potensi besar yang belum digarap maksimal. “Kukar memiliki sungai-sungai yang tak dimiliki daerah lain. Potensi ini harus dikembangkan, bukan dengan mengejar kemewahan, tapi mengangkat apa yang sudah ada,” pesannya.
Gagasan serupa juga disampaikan dr Abdi Lawang, alumni angkatan 1969. Ia menekankan bahwa pembangunan daerah harus memperhatikan aspek kenyamanan warga, bukan sekadar pembangunan fisik. “Kami berharap kemajuan Kukar tidak hanya terlihat dari gedung-gedung baru, tapi juga dari kualitas hidup masyarakatnya,” tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, Aulia turut menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan para seniornya.
Ia mengaku masih membutuhkan bimbingan dari para alumni yang lebih berpengalaman.
“Kami ini adik-adik yang masih butuh nasihat. Kami terbuka menerima siapa pun alumni Unhas yang ingin datang ke Kukar, melihat, dan mendampingi kami,” ucapnya.
Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Ikatan emosional antargenerasi alumni Unhas terasa kuat, menunjukkan bahwa nilai-nilai almamater tetap hidup dan menyatukan para alumni dalam semangat kontribusi untuk pembangunan daerah.








